Showing posts with label Tips Motor. Show all posts
Showing posts with label Tips Motor. Show all posts

Wednesday, April 8, 2015

Volume Oli Transmisi di skutik 150 cc

JANGAN KURANG ATAU KELEBIHAN


Pasar matic Tanah Air khususnya yang berdapur pacu 150 cc memang makin berkembang. Ada Honda PCX 150, Yamaha NMAX 150 dan lansiran Piaggio Vespa yang rata-rata berdapur pacu 150 cc. Sayangnya tidak semua orang yang memliki tunggangan ini tahu, berapa volume (ml) oli transmisi atau gardan yang dibutuhkan.

Bila kebanyakan (volume), tarikan bawah terasa agak berat. Tapi yang jadi masalah kalau isinya kurang dari anjuran pabrik. Tidak heran kalau suaranya lebih berisik dan peranti di dalamnya cepat aus.

Misal, untuk skutik Honda PCX butuh oli transmisi sebanyak 180 ml, sementara kemasan yang dijual isinya 120 ml, berarti mesti beli 2 botol. Baik yang ber-cc 150 maupun di bawahnya, oli gardan yang digunakan sama. Penggantianya juga setiap 8.000 km.

Untuk Yamaha NMAX, penggantian berkalanya butuh 150 ml setiap 9.000 km, oli transmisi yang digunakan juga sama dengan skutik Yamaha yang berdapur pacu 110 cc maupun 125 cc.

1. Oli gardan lansiran Yamaha yang berlabel Yamalube, terdiri dari 2 kemasan, yakni berisi 100 ml dan 140 ml. Berhubung NMAX butuh 150 ml, jadi harus beli yang kemasan 100 ml sebanyak 2 botol.


2. Oli transmisi skutik Honda yang berlabel AHM oil hanya terdiri dari 1 kemasan, yaitu berisi 120 ml, jadi untuk PCX mesti beli 2 botol.


3. Rata-rata CVT (gardan) skutik nggak tertera berapa ml oli transmisi yang dibutuhkan. Seperti gardan Piaggio LX 150 ini, sebagai informasi tunggangan ini butuh oli transmisi 100 ml.


4. Di pasaran juga banyak beredar oli transmisi dengan merk lain. Kapasitasnya juga beragam, diantaranya ada Top 1, Pertamina, Agip, STP, Federal oil dan masih banyak lagi yang lain. Harganya bervariasi mulai dari Rp. 15.000,- – Rp. 20.000,-/kemasan.


 

Demikianlah informasi tentang oli transmisi dan gardan skutik 150 cc, semoga dapat bermanfaat.

Tuesday, March 3, 2015

TIPS JIKA ANDA INGIN MEMBELI SEPEDA MOTOR BEKAS

Banyak sepeda motor bekas dipasaran yang dijual dengan berbagai merk dan harga, tentunya salah satu yang sangat mempengauruhi terhadap sepeda motor dilihat dari tahun pembuatannya. harga sepeda motor bergantung kepada tahun pembuatan, semakin tua umur sepeda motor semakin murah harganya, namun disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda ingin membeli sepeda motor bekas. Sebagai bahan pertimbangan bagi Anda jika ingin membeli motor bekas diantaranya :

1.   Cek harga pasaran. Sebelum anda mendatangi dealer motor bekas, cek terlebih dahulu harga sepeda motor melalui koran, media sosial, internet.

2.     Cek nomor rangka dan mesin motor. Periksalah apakah nomor rangka dan mesin motor sesuai dengan STNK dan BPKB. Pastikan nomornya tidak hasil ketokan yang kasar dan sangat berbeda dengan buatan pabrik, Karena kemeriksaan ini sangat penting sekali dilakukan.

3.   Cek kondisi fisik. Pastikan kondisi fisik, spion, baut, dan lain-lain tidak banyak goresan ataupun pecah.

4. Cek speedometer untuk memastikan sudah berapa banyak jarak tempuh. Biasanya jika kendaraan  sudah mencapai jarak tempuh lebih dari 20 ribu km banyak komponen yang harus diganti.

5.  Tidak salahnya bila melakukan pengecekan kondisi oli motor. Perlu diamati secara seksama. Lihat ukuran oli di stik (tutup oli) mesin tidak melebihi ketentuan. Karena dengan oli yang berlebihan menyebabkan suara mesin menjadi lebih halus sehingga tidak terdengar suara aslinya.

6.    Hidupkan mesin motor. Coba hidupkan mesin. Karena dari suara mesin kita bisa memastikan keadaan motor tersebut apakah masih stationer atau langsam. Kalau masih langsam masih kondisi motor masih sangat baik.

7. Jangan lupa cek rangka atau sasis motor. Caranya mudah dengan  kita mengendarai motor tersebut dengan kecepatan 50 km/jam dan di rem mendadak, apakah motor tersebut bisa dikendalikan atau tidak.

8.  Cek kondisi kelistrikan. Hidupkan semua lampu-lampunya pastikan semuanya masih menyala.

9.   Mintalah untuk melakukan pengetesan di jalan raya. Apakah motor ini masih stabil atau Anda merasakan sesuatu yang tidak enak pada motor tersebut

Semoga dapat bermanfaat.

Monday, March 2, 2015

FUNGSI SELANG BENING BUNTU DI CVT PADA SEKUTIK

Pada kendaraan sepeda motor jenis skutik ada komponen yang biasanya jarang diperhatikan oleh si pemilik motor tersebut. Yaitu selang yang berwarna bening buntu yang terpasang dibagian bawah boks filter udara dan dibagian CVT yang ada dibagian bawahnya.

Pasti bukan tanpa sebab selang bening buntu itu terpasang, karena ada fungsi dari pemasangan part tersebut, yaitu sebagai indikator kebersihan.

Jika kita melihat selang buntu yang berwarna bening tersebut ternyata warnanya sudah berubah itu menandakan bahwa filter udara sudah kotor dan harus segera dibersihkan.

Begitu juga jika selang bening buntu yang terpasang di bagian bawah CVT, apabila sudah terlihat berubah warna itu menandakan bagian dalam CVT sudah banyak kotoran yang masuk, jika ini terjadi maka akan mengakibatkan cepat rusaknya komponen yang terdapat di dalam CVT, seperti Belt, kanvas kopling ganda, roller dan lainya, dan jika ini terjadi akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan motor tersebut menjadi loyo, tarikanya kurang, dan kalau ini terjadi maka komponen tersebut sudah harus diganti. Makanya jangan dianggap sepele kebersihan di ruang CVT.

1. Selang bening buntu yang adanya di bawah boks filter udara, jarang diperhatikan oleh pemilik kendaraan.


2. Di CVT juga ada selang bening buntu dan posisi peletakanya ada di bawah CVT.


3. Pastikan selang bening buntu tersebut dalam keadaan bersih kalau memang kotor, jangan langsung dibersihkan. Sebaiknya cek dulu bagian dalam CVT.



4. Selang bening buntu di CVT, merupakan indikator, bukan menunjukkan kerusakan bagian CVT, hanya menunjukkan kebersihan dalaman bagian tersebut.

 Untuk membersihkan bagian dalam CVT caranya mudah sekali. Anda cukup buka baut-baut yang mengikat pada tutup CVT, setelah itu bersihkan kotoran yang menempel  dengan meniupkan udara tekan ke bagian komponen-komponen yang terdapat pada CVT tersebut sampai bersih. Jangan lupa bersihkan juga kotoran-kotoran yang menempel pada bagian dalam tutup CVT boleh menggunakan cairan pembersih atau bensin dengan menggunakan koas kecil, setelah itu bersihkan dengan kain lap, bila perlu semprot dengan udara tekan. Apabila sudah merasa cukup bersih pasang kembali tutup CVT kencangkan baut-bautnya sesuai standar pengencangan.

Demikian tips yang dapat saya sampaikan tentang adanya selang berwarna bening yang terpasang pada boks saringan udara atau pada CVT, semoga bermanfaat buat para pembaca.

Saturday, January 10, 2015

Pemakaian Alas Kaki Saat Hujan

JANGAN PAKAI SANDAL !

Perlindungan yang menutupi anggota tubuh bagi pengendara sepeda motor harus terus disadari kegunaanya. Hal ini yang tidak bisa ditawar.

Masuk bulan yang ada kata “ber” pastinya juga berarti makin intensif  turunya hujan. Biar begitu enggak ada alasan buat para pengendara sepeda motor untuk tidak tetap waspada. Bukan sekedar menyiapkan jas hujan, tetapi juga wajib konsisten untuk tetap berprilaku safety selama berkendara. Soal sebab mengamankan diri sendiri selama berkendara , apalagi di saat jalanan basah usai diguyur hujan nyata semakin banyak diabaikan.

Selain masih banyak yang pakai jas hujan model ponco, membiarkan telapak kaki hanya beralaskan sandal juga terlalu sering terlihat. Kesan praktis acap kali muncul dari pengendara motor yang memakai sandal. Ada juga yang berkilah takut sepatunya  rusak atau kotor karena cipratan maupun rendaman air.

Paling tidak ada dua hal yang senantiasa harus diingat saat berkendara di jalur basah. Pertama, sadari kalau dalam cuaca hujan kecepatan berkendara harus lebih pelan dibandingkan saat aspal kering agar saat terjadi pengereman ada jarak yang cukup sebelum benar-benar berhenti. Jarak antar sesame pengendara jga akhirnya jadi lebih jauh. Jangan lupa pilih jas hujan yang berwarna terang, dan jangan pakai jas hujan model ponco.

Nah soal alas kaki yang tak terlindungi secara maksimal sejatinya harus tetap diahami meski berkendara saat hari cerah sekalipun. “Standar perlindungan tubh saat berkendara harus tetap sama”. Alas kaki yang speknya cocok untuk musim hujan Harus dipunyai oleh seorang pengendara, tetapi jangan salah pilih , model atasnya harus ada hak jangan yang rata supaya potensi terpeleset semakin kecil. “Ingat harus ada hak”, inilah yang akan menahan posisi kaki untuk tetap berada di footstep yang juga kondisi permukaanya juga basah. Bicara soal menahan tadi, tidak lain mengacu pada prinsip dasar berkendara dimana anggota tubuh mulai pinggang ke bawah memang harus steady. Berbeda dengan anggota tubuh pinggang ke atas yang justru harus leluasa bergerak agar bisa jad faktor penyeimbang saat melaju dengan motor.

Untuk soal bahan,jika anda memang mau sepatu jenis boot yang bisa menutupi tulang kering. Berkendara sepeda motor semua tubuh harus terlindungi semua dan tertutup. Hal ini dikarenakan perlindungan preventif bagi anggota tubuh tidak lain adalah perlengkapan berkendara itu sendiri.   

                      Mata kaki wajib terlindungi

                Sepatu tanpa hak rentan terpeleset

Keberadaan hak sepatu menjadi pital agar posisi pijakan kaki tidak mudah bergeser saat kondisi basah

  Sandal tidak menutup permukaan kaki. Licin saat basah

Semoga bermanfaat…..!

Tuesday, December 23, 2014

9 AKSESORI MOTOR YANG HARUS DIHINDARI SAAT MUSIM HUJAN

Aplikasi aksesori di motor memang dapat menunjang tampilan, tapi pemakaianya harus bijak

Musim hujan telah tiba.Diperlukan persiapan tambahan untuk berkendara dalam hujan dan ditambah kehati-hatian dan kewaspadaan ekstra. Selain itu, usahakan kondisi motor tetap safety dikala hujan. Boleh menggunakan part modifikasi, asal tidak membahayakan dan tidak mengurangi kenyamanan dan visibility, intinya berkendara harus sesuai kondisi.

Terpenting saat berkendara dalam hujan yaitu jangan melakukan modifikasi yang mengganggu kenyamanan, seperti pada bagian mesin dan kelistrikan. Kemudian perhatikan juga traksi roda dan lampu-lampu. pastikan harus sesuai standar.

Banyak part yang modifikasi yang diperuntukan untuk kontes bukan untuk harian. Biar enak waktu musim hujan kembalikan motor ke kondisi satndar.

Berikut 9 aksesori yang harus dihindari.

1. Filter udara racing
    Air hujan bisa masuk ke mesin melalui karburator dan berisiko mogok dan menyebabkan mesin rusak.
2. Lampu HID
    Karena cahayanya berwarna putih, pencahayaan HID kurang maksimal ketika hujan turun dan kondisi berkabut. Sebaiknya pakai yang cahayanya berwarna kekuningan.
3. Mika Lampu Rem Putih
    Selain tidak sesuai standar, mika lampu rem putih juga mengganggu visibility karena bikin silau. Sah-sah saja jika sudah mengaplikasi bohlam atau LED berwarna merah.
4. Footstep
    Agar tidak licin sebaiknya gunakan footstep yang menggunakan footstep dari bahan karet. Sealin aman juga lebih nyaman. Jangan pakai yang hanya terbuat dari logam, bisa membuat pijakan licin saat hujan.
5. Ban Kecil
    Secara tampilan memang ok, tetapi secara fungsi tidak. Karena telapak kecilnya dapat mengurangi traksi roda pada saat hujan. Sebaiknya gunakan ukuran yang standar.
6. Spion Kecil
    Pada saat hujan jarak pandang akan berkurang, jika kaca spion yang digunakan berukuran kecil bisa mengganggu penglihatan.
7. Cover CVT bolong
    Musuh utama komponen CVT yaitu debu, oli dan air. Jika jeroan CVT kena air bisa dipastikan akan selip saat dikendarai.
8. Tromol Bolong
  Tampilan memang ok, ala racing look. Tapi air berisko tinggi masuk ke dalam dan mengganggu sistem pengereman.
9. Grip Gas Tanpa Karet
    Selain jadi licin saat digunakan, kenyaman jugan berkurang karena tidak ada karetnya. Bisa bikin selip genggaman.

Semoga dapat bermanfaat.

Wednesday, December 10, 2014

TIPS BAHAN BAKAR HEMAT SEPEDA MOTOR

GEAR SET

Peranti penerus daya dari mesin ke roda motor ini bisa menjadi salah satu cara menghemat pemakaian bahan bakar tunggangan anda. Formula terbaik untuk pemakaian sehari-hari adalah dengan menambah atau mengurangi satu sampai dua mata saja dari bawaan lahir motor. Enggak percaya…?

Coba kita perhatikan rumus persamaan dasar untuk perhitungan gear ratio yaitu jumlah gigi belakang dibagi dengan jumlah gigi depan. Hasilnya pembagian itu diperoleh drive ratio. Dengan rumus itu, didapat kalau menambah jumlah mata gear akan menurunkan top speed, tetapi akan meningkatkan akselerasi awal. Sebaliknya, mengurangi jumlah mata gear, akan menurunkan akselerasi awal tetapi meningkatkan top speed tunggangan.

Agar gear set dapat mempengaruhi penggunaan bahan bakar, kita harus jeli melihat kondisi jalan yang kita lewati sehari-hari, jika banyak melalui jalanan macet yang butuh stop and go menambah jumlah gigi akan lebih menguntungkan.



OLI MESIN MOTOR ENCER BELUM TENTU IRIT…?

Demi tingkatkan performa motor, tak sedikit empunya motor yang mengandalkan oli mesin. Yang lebih encer dibanding pelumas yang dianjurkan pabrikan. Pasalnya selain bikin tarikan motor lebih enteng, juga diklaim menekan konsumsi BBM.

Oli lebih encer kinerjanya lebih optimal dibanding yang agak kental, soalnya lebih cepat masuk ke celah-celah komponen mesin. Dengan pelumasanya lebih merata dan optimal, otomatis performa tunggangan meningkat serta konsumsi bensin menjadi irit walau tidak terlalu signifikan.

Hal ini berlaku untuk motor-motor baru karena tingkat kerapatan antar komponen lebih presisi dan rapat dibanding dengan motor-motor lama di bawah tahun 2.000.

Namun, menggunakan oli yang lebih encer dibanding anjuran pabrik, biasanya memang bikin tarikan mesin lebih enteng, tapi mesin sedikit agak kasar. Tapi soal bikin mesin cepat panas atau tidak, bisa dibilang relative. Karena tergantung dari karakter mesin itu sendiri dan cara membawa motornya. Ada juga yang cocok di motor tertentu dan ada pula yang tidak cocok.

Nah, kalau menilik oli anjuran pabrik motor, sekarang mereka sudah mengandalkan oli mesin encer.  Contoh di AHM Oli (Honda), Yamalube (Yamaha), dan SGO (Suzuki).


PERAWATAN FILTER UDARA MOTOR
GANTI BARU BIAR GAK BOROS

Seiring perkembangan zaman, saat ini hampir semua pabrikan membekali tunggangannya dengan Filter Udara (FU) model basah. Yakni FU yang sudah dilumasi minyak atau oli yang berfungsi untuk menangkap debu dari  udara luar, sehingga debu maupun kotoran enggak ikut masuk ke ruang bakar. Perawatanya berbeda dibanding Filter Udara tipe kering. FU tipe basah tidak boleh dibersihkan maupun disemprot angin. Pasalnya malah bikin saringan tersebut bikin mampet. Ujungnya mesin jadi brebet karena kekurangan suplai udara.

Peranti ini harus dicek rutin saat servis berkala atau tune-up. Kuhus Honda penggantian FU setiap 15.000 km. Sedangkan penggantian FU pada besutan Suzuki dan Yamaha setiap 10.000 km. Tapi kalau sebelum menempuh jarak tersbut FU sudah terlihat kotor banget, sebaiknya segera diganti baru. Kalau tidak diganti baru, suplai udara ke ruang bakar tidak lancar dan otomatis mengganggu kinerja mesin. Tarikan motor jadi berat, brebet dan enggak mau diajak lari. Ujung-ujungnya konsumsi gahan bakar tambah boros.

Kalau FU model kering , biasanya disemprot angin sudah bersih. Tapi yang tipe basah, jangan sekali-kali dicuci atau disemprot angin karena bukannya kotoranya hilang, tapi malah mengendap di pori-pori elemen kertas.

Disarankan kalau kotornya kira-kira sedikit biarkan saja, namun kalau kotor banget segera diganti baru.

Mau tunggangan gak boros, Filter Udara (FU) harus bersih…!

 

Semoga bermanfaat....!

Sumber : Tabloid OTOMOTIF