Showing posts with label Tips Mobil. Show all posts
Showing posts with label Tips Mobil. Show all posts

Saturday, February 7, 2015

TIPS JUMPER STARTER UNTUK MENGHIDUPKAN MESIN

JUMPER STARTER UNTUK MENGHIDUPKAN MESIN

Jika suatu saat kendaraan anda susah untuk dihidupkan dikarenakan motor starter (dinamo starter)  tidak mampu untuk memutarkan mesin yang disebabkan oleh suplay listrik dari baterai (ACCU) ke motor starter kurang. Kejadian tersebut biasanya membuat anda sebagai pemilik kendaraan minta bantuan kepada orang lain untuk mendorong kendaraan anda sehingga dengan didorong seperti ini mesin dapat hidup. Tetapi ada yang lebih praktis untuk menghidupkan mesin jika baterai tidak mampu menggerakkan motor starter, yaitu dengan cara menjumper starter dengan batuan baterai lain yang kondisi energy listriknya lebih baik. Melakukan starter dengan bantuan sumber energy listrik dari baetrai lain atau dari luar untuk menstarter mesin tanpa melepas baterai.

Ada tiga cara menjumper starting, yaitu :
1. Menggunakan baterai dari luar
2.     Menggunakan  kendaraan lain
3.     Menggunakan charging booster.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat menjumper starter dengan menggunakan baterai dari luar, anatara lain :
1.Tegangan baterai yang digunakan pada saat menjumper starter harus sama dengan tegangan baterai pada kendaraan.
2. Pemasangan secara parallel, yaitu terminal positif baterai mendapat terminal positif dan terminal  negatif mendapat terminal negative. Jangan dilkukan secara seri karena teganganya akan berambah. Hal ini akan mengakibatkan   rusaknya motor starter dan system lainya.

Prosedur Jumper starting

Langkah-langkah untuk melakukan jumper starting adalah sebagai berikut :
1.     Buka kap mesin yang akan dilakukan jumper starting
2.     Cek terminal baterai dan bersihkan dari karat atau kotoran
3. Hubungkan terminal positif baterai kendaraan dengan terminal posit baterai pendukung dan terminal negative dengan terminal negative.
4.     Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktif.
5.     Lakukan starter mesin.
6. Setelah mesin hidup, lepaskan kabel jumper negatif baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudian lepas klem penjepit pada terminal negatif bantuan. Berikutnya lepas kabel jumper untuk terminal positif.
7. Rapikan kabel jumper dan baterai yang digunakan, kemudian tutup kap mesin kendaraan anda.


                  Booster Pac dengan Gel Cell Battery


                           Jumper Baterai dengan Booster

Beberapa produsen peralatan otomotif telah meluncurkan alat dengan Booster Pac. Alat ini sejenis baterai yang didesain khusus secara kompak. Jenis baterai yang digunakan adalah baterai Gel cell atau baterai kering.. Desain booster ini dalam suatu kotak dan dlengkapi dengan kabel penghubung yang cukup besar. Kabel ini digunakan untuk dihubungksn ke bstrsi kendaraan yang akan dihidupkan. Kemampuan baterai 250 – 1.000 CCA.

Pada beberapa model battry charger, dilengkapi dengan posisi charging booster. Posisi ini digunakan untuk melakukan bantuan starter. Pengunaan bantuan starter dengan alat ini lebih riskan dibandingkan dengan baterai, karena tegangan yang dihasilkan biasanya lebih tinggi yaitu 12 – 24 volt. Tegangan sebesar ini dapat merusak komponen elektronik.

Bantuan Starter dengan kendaraan lain.


                     Jumper starting dengan kendaraan lain

Penggunaan jumper starting dapat juga dilakukan dengan baterai sendiri atau menggunakan kendaraan lain tanpa melepas baterai pada kendaraan yang akan digunakan.
Cara melakukanya adalah sebagai berikut :
1. Dekatkan kendaraan bantuan dengan kendaraan yang akan dilakukan jumper starting
2. Buka kedua kap mesin kendaraan yang akan dilakukan jumper starting
3. Hubungkan terminal positif baterai kendaraan yang akan dihidupkan dengan terminal positif kendaraan bantuan dan terminal negative dengan terminal negative
4.  Pastikan transmisi pada posisi netral dan rem parkir aktif terpasang.
5. Lakukan starter mesin.
6.  Apabila mesin sudah hidup, lepas kabel jumping negative baterai pada terminal baterai kendaraan yang dihidupkan kemudian lepas klem pada terminal           negative baterai bantuan. Berikutnya lepas kabel jumping untuk terminal positif.
7. Saat melepas lakukan dengan hati-hati, hindari hubungan singkat atau percikan api pada terminal.
8. Rapikan kabel jumper dan baterai yang digunakan, kemudian tutup kap mesin.

Bantuan starter diperlukan jika kendaraan tidak dapat dihidupkan karena motor starter berputar lambat akibat suplay energy listrik pada baterai tidak cukup sehingga tidak mampu untuk menggerakkan motor starter (dinamo starter).

Friday, February 6, 2015

TIPS MENGEMUDI DISAAT MUSIM HUJAN

Tips Mengemudi Dimusim Hujan Dengan Aman

Tips Mengemudi Yang Aman Bagi Pengendara Mobil dan Sepeda Motor Saat Musim Hujan.
A.  UNTUK PENGENDARA MOBIL


Skarang ini, Jakarta dan mungkin juga beberapa kota besar lainnya masih diguyur hujan, diperkirakan puncaknya pada bulan pebruari ini, mungkin musim hujan akan terus tejadi hingga bulan April. Ketika intensitas hujan meningkat saat mengendarai mobil, ada hal yang perlu diwaspadai bagi pengendara.  Jika kurang waspada dan hati-hati akan berakibat kecelakaan. Berikut tips mengemudi aman saat hujan.

1. Kurangi kecepatan

Pada saat anda mengemudi, tiba-tiba turun hujan dengan lebatnya. Maka saat kondisi seperti ini anda perlu mengurangi kecepatan kendraan. Secara psikologis, emosi akan berubah karena banyak hal yang harus dikontrol dari dalam kabin. Seperti menyalakan wiper atau lampu kota (bila jarak pandang berkurang) sebagai alat bantu melihat kondisi jalan dan juga memberi isyarat, baik kepada kendaraan di depan maupun belakang.

2. Tetap di jalur yang tidak tergenang


Biasanya jika hujan lebat dalam waktu yang tidak lama, beberapa bagian jalan akan cepat timbulnya genangan air terutama yang berada di tepian jalan karena merupakan bagian yang paling rendah. walaupun ketinggian air sebatas mata kaki, usahakanlah anda mengemudi tetap melintas di jalur yang kering. Masalahnya, semua kotoran yang ada di jalan akan menuju area yang tergenang. Seandainya benda tajam  sampai masuk ke kaliper rem, misalnya, maka hal itu akan merusak piringan (disc) dan komponen lainnya.

3. Jaga jarak aman

Ketika kita sedang meluncur ternyata di depan ada genangan air, janganlah langsung diterabas. Pelajari kondisi dan ketahui genangan terendah (jika seluruh jalan tertutup air). Selanjutnya, amati mobil yang sedang menerjang genangan untuk mengetahui kondisinya. Bila hendak melewati, bisa dengan mengikuti mobil di depan (sebaiknya sejenis), tetapi jaga jarak (sekitar 10 meter) agar bisa menghindar ketika kendaraan yang diikuti terjebak lubang atau sesuatu yang bisa merugikan mobil Anda.

4. Hindari penggunaan rem saat deselerasi

Saat menerjang genangan, jaga kecepatan (jangan ngebut). Ketika ingin mengurangi kecepatan, sebaiknya cukup dengan melepaskan kaki dari pedal gas. Soalnya, jika dalam kondisi yang tidak tepat, maka gejala slip bisa timbul akibat rem mengunci. Terlebih lagi jika ketinggian air sampai merendam seluruh perangkat rem, jangan langsung percaya pada performa rem karena cenderung masih basah.

Lolos dari genangan, periksa kepakeman rem dengan menekan pedal rem perlahan dan bertahap beberapa kali. Tentu, ini dilakukan dalam kondisi mobil melaju.

5. Genggam setir


Ketika melewati genangan, genggam setir dengan erat. Sebab, jika terjadi aquaplanning, arah mobil bisa berpindah karena kehilangan traksi. Lain hal jika setir terpegang dengan erat. Selain bisa merasakan gejala aquaplanning, mobil pun bisa diarahkan dengan benar.

B.  UNTUK PENGENDARA SEPEDA MOTOR


Musim hujan saat ini menjadi “momok” bagi pengendara sepeda motor. Ketika menghadapi kondisi iNI, yang pasti perjalanan tidak nyaman dan tidak lancar. Apalagi sampai mengalami mogok, ke tempat tujuan pun jadi terlambat.
Ini ada beberapa pentujuk (tips), cara berkendara SEPEDA MOTOR dalam situasi hujan, yang intinya tidak mengubah penampilan berkendara Anda.


1. Kaca helm bening


Sebelum jalan, pastikan jaket sudah tersedia di bagasi. Sebaiknya pergunakan model setelan (celana dan baju) bukan terusan seperti jubah. Kemudian kenakan sarung tangan anti-hujan (terbuat dari bahan kulit) dan sepatu yang telapaknya tidak licin dan yang ada haknya, sehingga lancar saat pengoperasian tuas persneling dan menginjak pedal rem.


Pergunakan helm full-face (kepala tertutup) bukan model half-face yang bisa membasahi muka dan busanya jadi basah dan lembab. Terus, pelapis kaca dilepas agar pandangan lebih jelas dan jernih.


Setelah perlengkapan pada badan, pastikan kondisi sepeda motor dalam keadaan baik. Periksa jarak tekan pedal rem (belakang) tidak terlalu jauh, termasuk juga handel rem depan.


Ketika berkendaraan di jalan licin, perhatian utama pada kendaraan adalah traksi. Karena, umumnya pengedara tidak mengetahui berapa kuat daya cengkeram ban, baik saat mengerem atau manuver di tikungan. Makanya, pemilik sepeda motor harus mengetahui kondisi kedua ban. Jika kondisi kembangan ban tinggal 50 persen, jangan melakukan pengereman dengan keras dan menikung dengnan kecepatan tinggi.

2.  Santai dan fokus
Saat berkendara, sebaiknya santai dan focus (konsentrasi). Jangan sekali-sekali kedua kaki lepas dari pedal (menggantung karena jaga-jaga bila kendaraan terguling). Lalu, letakan jari-jari kaki pada pedal, tujuannya untuk mengontrol bila terjadi sesuatu.

3.  Kontrol dan teknik


Berkendaraan saat hujan, kuncinya fokus pada kecepatan dan perubahan arah, kemudian pengereman serta buka-tutup pedal gas. Menaik-turunkan gigi persneling lakukan dengan halus dan jaga putaran mesin.


Begitu juga mengerem. Bila dilakukan dengan keras, kendaraan bukannya cepat malah lama baru berhenti. Hati-hati bila menggunakan rem depan (sebisanya tidak digunakan) di trek licin, apalagi kecepatan di atas 50 km per jam kala menikung pula.

Semoga dengan petunjuk ini, perjalanan Anda jadi lebih nyaman disaat hujan.



Friday, December 19, 2014

Merawat Per Wiper

JAGA SANG DEWA PENOLONG

Penolong saat musim hujann dating harus diperhatikan kondisinya, wiper salah satunya. Soalnya, jika tidak dirawat, akan menimbulkan banyak masalah. Mulai dari hasil sapuan yang tidak bersih sampai bunyi-bunyi mengganggu.

Banyak yang menganggap kalau hasil sapuan tidak bersih, karet wiper menjadi tertuduhnya. Padahal ada “oknum” lain yang paut juga dicurigai. Apa sa ?Per bilah wiper dan prilaku pemilik itu sendiri juga patut dicurigai.

Loh kok bisa begitu ya? Saat ini masih banyak orang yang berprilaku salah terhadap wiper. Ini karena pemahaman yang kurang.

Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana cara merawat wiper, supaya tidak salah lagi.

1. Tekanan wiper Jika diukur dengan digital luggage scale (timbangan koper), harusnya memiliki rentang angka 750 – 900 gram. Jika tekananya lebih, bisa membuat kinerja wiper sedikit terganggu. Bunyi atau pergerakan yang tersendat-sendat menjadi salah satu efeknya. Jika kurang, maka wiper seperti”ngambang” di kaca. Sehingga sapuan tidak bersih, masih meninggalkan kotoran.


2. Mengangkat wiper masih kerap dijumpai. Ini prilaku yang salah, karena bisa membuat tekanan per jadi lemah. Kerap dijumpai setelah mobil dicuci. “Sebenarnya setelah cuci, langsung simpan saja lagi, tidak perlu diangkat.


3. Tekanan ini berlaku tidak hanya pada bagian tengah saja, tapi juga menyebar ke berbagai  titik. Sebab itu kerap dijumpai ‘pegangan’ wiper diantara batangnya.


4.  Perhatikan juga mur ikatan batang wiper. Jangan sampai kendor. “Tekanan juga bisa berkurang kalau mur tidak kencang. Gerak batang wiper juga terhambat dan paling parah, baut bisa aus.


5.  Pergantian tidak bisa hanya per saja, namun juga harus lengkap dengan batangnya. Menjadi satu keuntungan karena saat pemasangan juga menjadi lebih mudah dibanding per saja.


Tuesday, December 9, 2014

PERBANDINGAN KAPASITAS MESIN

BESAR BELUM TENTU BOROS


Masih ada anggapan bahwa kalau kapasitas mesin (CC) besar, akan boros konsumsi bahan bakar. Benarkah demikian…?

Secara logika memang tidak disalahkan, sebab dengan CC besar, berarti diameter dari piston juga lebih besar atau langkah piston panjang. Menjadikan mesin memiliki daya isap campuran bahan bakar dan udara juga lebih besar.

Tapi ingat konsumsi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh kapasitas mesin saja. Saat ini, belum tentu mesin dengan kapasitanya kecil lebih irit disbanding mesin dengan kapasitas besar. Bisa jadi justru kebalikanya.


KAPASITAS MESIN

Dari hasil tes yang dilakukan oleh OTOMOTIF menunjukkan kalau kapasitas mesin besar belum tentu lebih boros disbanding saudaranya dengan mesin kecil. Seperti All New Toyota Avanza 1.3 G A/T, konsumsi bahan bakar dalam kota 1 liter untuk 8,9 kilometer. 

Bandingkan dengan All New Toyota Avanza 1.5 S A/T dalam kota bisa 9,8 kilometer. Demikian juga luar kota. Grand Toyota Altis 1.8 A/T konsumsi luar kota 1 liter hanya untuk 11,4 kilometer, sementara dengan mesin 2.0 A/T mampu sampai 13,8 kilimeter.

POWER TO WEIGHT RATIO

Ada 4 hal yang menyumbang tingkat konsumsi  bahan bakar. Perbandingan antara beban dan tenaga (power to weight ratio) menjadi hal yang harus diperhatikan.
Ilustrasinya, Toyota land cruiser yang diberi mesin Toyota Avanza. Yang akan terjadi, konsumsi bensinya akan jadi sangat boros. Sebab, pengendara harus menginjak pedal gas lebih dalam untuk menjalankan mobil.

Lalu bagaimana memilihnya…?

Contoh, mobil A bobotnya 1 ton dengan tenaga 150 dk. Sementara mobil B bobotnya hanya 800 kg, namun dengan tenaga 90 dk. Pada mobil A, untuk setiap  1 dk berarti membawa beban 0,11 kg. Berarti membawa beban mesin untuk menggerakkan mobil lebih enteng ada di B.

DESAIN PISTON

Desain dari mesin itu sendiri memiliki pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Kebanyakan tipe mesin sekarang long stroke, yakni diameter pistonlebih kecil disbanding langkah piston. Mesin ini memiliki torsi yang besar sehingga cocok untuk kepadatan lalu lintas.

Diameter dan langkah dari piston ini sangat berkaitan dengan torsi mesin. Nah, semakin cepat mesin mendapat torsi maksimal, maka konsumsi bahan bakar juga jadi irit.


Dari beberapa kali OTOMOTIF melakukan test drive, mobil dengan kapasitas mesin besar memperoleh torsi justru di putaran lebih rendah. Seperti Mazda CX-5, yang berkapasitas 2.500 cc, torsinya di putaran 3.250 rpm, sementara yang 2.000 cc ada di 4,000 rpm.

TEKNOLOGI PENDUKUNG

Teknologi mesin yang diusung juga mampu menjawab tantangan kapasitas mesin besar. Saat ini hadir dualVVT-I dan juga Valvematic dimiliki oleh Toyota. Pada dualVVT-Ipembukaan waktu katup yang diatur bisa pada sisi intake dan exhaust. Sedangkan VVT-I mengatur intake saja.


Sedangkan pada valvematic lebih canggih lagi. Saat ini hanya ada di Toyota Nav-1. Bukan saja waktu yang diatur namun juga ketinggian pembukaan katup, bervariasi mulai 1 – 11 mm.

Saat mesin idle, mungkin hanya terbuka 1 mm, sementara ketika kencang bisa 11 mm, memungkinkan udara masuk lebih banyak. Dengan teknologi ini, konsumsi bahan bakar lebih efisien di segala putaran mesin.

Sumber : Tabloid OTOMOTIF

Saturday, December 6, 2014

KONDISI MESIN SEHAT = BAHAN BAKAR IRIT

Melanjutkan artikel terdahulu tentang tips bahan bakar hemat untuk kendaraan mobil, saya bahas kembali yang berkaitan dengan hemat BBM yang ada hubunganya dengan performa mesin.

Kondisi mesin berpengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Jika mesin sehat, tentu pembakaran jadi efisien. Beberapa indikator yang bisa menunjukkan apakah dapur pacu kendaraan sehat atau butuh pengobatan. Nah...apa saja indikator tersbut, yuk kita lihat satu persatu.
     
     1.  BUSI
  
Kondisi elektoda busi bisa menunjukkan kondisi pembakaran, apakah terlalu kaya atau miskin. Yang bagus warnanya coklat kekuning-kuningan. Jika elektroda busi terlihat hitam, artinya pasokan bensin terlalu kaya. Sebaliknya kalau terlalu putih pucat berarti miskin atau jumlah bensin yang masuk kurang. Yang jika perbandingan udara dan bensin sesuai dengan angka stokiometri yakni 14,7 : 1. Angka 14,7 berarti molekul udara dibakar bersama 1 molekul bensin. Jika angka itu bisa didapat , maka performa optimal dan konsumsi bahan bakar irit.


Jika sudah tahu pembakaran tidak pas, maka mesin mesti dilakukan penyetelan biar konsumsi bahan bakar jadi irit. Mobil lawas biasanya bisa distel, beda dengan mobil injeksi saat ini, jarang yang melenceng.
     
      2.      KOMPRESI LEMAH

Penyebab lain konsumsi BBM boros diakibatkan kompresi ruang bakar bocor. Efeknya tenaga menjadi loyo, makanya bahan bakar jadi boros.


Kalau kompresi bocor, salah satu indikatornya saat uji emisi gas buang, CO jadi tinggi dan lambda di bawah 1, karena banyak bahan bakar terbuang percuma. Cara yang paling jitu untuk mengecek kebocoran kompresi dengan menggunakan compression tester. Kompresi bocor ternyata banyak penyebabnya. Diantaranya penyetelan celah klep kurang tepat.Posisi timing camshaft meleset, lobe camshaft aus, valve dan seat valve rusak, paking kepala silinder rusak, ring piston, serta piston dan permukaan silinder aus.

      3.   TES EMISI GAS BUANG

Cara lain yang mudah untuk mengetahui kondisi mesin bisa lewat uji emisi. Setidaknya ada 3 parameter utama yang dilhat, yatu lambda, CO (kabon monksida) dan HC (hidro karbon). Pembakaran yang pas jika lambda 1, kalau CO dan HC mesti di bawah batas yang ditetapkan pemerintah. Jika lambda di atas 1, artinya pembakaran terlalu kering, lantaran jumlah bensin yang disuplai kurang, sedangkan di bawah 1 baerarti terlalu basah.


Nah, untuk HC menurut standar dari pemerintah untuk mobl di bawah tahun 2007 sebesar 700 ppm, sedang tahun 2007 ke atas maksimal 200 ppm. Sedang kadar CO standarnya untuk mobil di bawah tahun 2007 sebesar 3% sedang untuk tahun 2007 ke atas 1,5%. Makin besar angka HC dan CO, menunjukkan molekul bensin dan udara yang tak terbakar dan lolos ke udara bebas makin banyak. Salah satu penyebabnya pengapian lemah.

      4.      KEBERSIHAN SENSOR

Salah satu cara membuat konsumsi bahan bakar tetap seperti standar pabrikan, adalah dengan menjaga kondisi sensor-sensor mesin, seperti MAF (Mass Air Flow), MAP (Manifold Absolute Pressure) dan O2 Sensor.


Semua sensor harus dijaga kebersihanya. Sebab sensor akan memberi input data ke ECU denagn satuan volt dalam rentang 0,1 sampai 5 volt.Dalam rentang yang kecil itu, jika data tidak akurat maka dapat berimbas pada kinerja mesin. Bisa pembakaran jadi lean atau bahkan rich. Keduanya tidak menguntungkan, dan punya dampak negatif. Apalagi jika lampu MIL (Malfunction Indicator Light) menyala, ECU membaca terjadi masalah pada saah satu atau beberapa sensor. Maka akan langsung memerintahkan kendaraan bekerja dengan sistem safe mode.

Pada mode ini, ECU memerintahkan suplai bahan bakar ekstra supaya kendaraan aman dikendarai. Jadi jika melihat MIL menyala jangan disepelekan,walaupun kendaraan bekerja  dalam keadaan normal. 

Paling mudah untuk mengerjakan sendiri  tentunya MAF. Karena biasanya sensor tersebut mudah dijangkau. Cukup gunakan contact cleaner atau pembersih khusus MAF sensor. Namun jangan sekali-kali memasang jika masih basah, bisa terjadi konslet dan merusak ECU. Habis dibersihkan, diamkan hingga 15 menit sampai benar-benar kering.

Intinya jika sensor bersih, data yang dikirim ke ECU menjadi akurat. Bukan dengan membersihan sensor itu akan lebih iit dari keadaan baru keluar dari pabrik, namun seirit kendaraan brand new. Ini salah satu faktor memaksimalkan efisiensi bahan bakar.

Demikian penbahasan tentang kondisi mesin sehat, semoga dapat bermanfaat.

Saturday, November 29, 2014

TIPS HEMAT BBM UNTUK MOBIL ANDA




BAN DAN KAKI-KAKI
Cukup banyak komponen-komponen yang ikut mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Mulai mesin yang bisa langsung dirasakan dampaknya sampai kaki-kaki yang kurang tampak.
 
Naiknya harga bahan bakar Premium dan Solar sebesar Rp. 2.000/Liter harus disikapi dengan bijak. Tidak perlu ikut-ikutan demo, mendingan bikin listing komponen apa saja yang sudah harus diganti. Jangan-jangan ada komponen yang turut menyumbang borosnya konsumsi bahan bakar di mobil.

Sekarang sudah saatnya untuk memperhatikan dan merawat tunggangan tersebut supaya tidak rewel dan sering minum. Yo, kita lihat apa saja diantaranya :

     1. TEKANAN ANGIN
Tekanan angin yang kurang bisa membuat konsumsi bahan bakar boros. Apalagi kalau dibiarkan berlarut-larut satu minggu, bahkan berbulan-bulan, jelas pemborosan berlebih.
Bukan saja pemborosan terhadap kondisi ban, tapi juga bahan bakar. Ban yang gembos, membuat beban semakin berat. Ini membuat mesin bekerja lebih keras. Efeknya, pengendara harus menekan pedal gas lebih dalam lagi. Ini berarti pasokan bahan bakar akan semakin banyak.Nah, ada baiknya juga tak sekedar diperiksa secara visual. Walu sepintas terlihat tidak kempes, tapi lebih baik kalau memang diperiksa tekanan anginya,jika hasilnya akurat.
Jika tak sempat periksa sendiri, tinggal bawa ketukang tambal ban dan minta diukur sesuai standarnya jangan melenceng  sebaiknya periksa tekanan ban pada saat kondisi dingin.
Banyak hal yang menyebabkan tekanan angin ban berkurang. Paling utama adanya kebocoran dari ban itu sendiri. Bisa terkena benda asing atau kondisi ban yang sudah tak layak pakai.
Selanjutnya pada pentil, baik pada bagian utama atau penutupnya. Keberadaan tutup pentil kadang diremehkan, padahal ini sangan penting. Perangkat ini akan menutup jalan keluar udara dari dalam ban.
Sekaligus cek kondisi pentil itu sendiri. Sulit memang mendeteksi kerusakan pentil, sebab bendanya kecil. Tapi bukan berarti nggak bisa diperiksa. Pakai spons yang sudah dicelupkan ke air sabun, lalu oles disekitar pentil tersebut. Jika terdapat gelembung, bisa jadi indikasi kebocoran.

      2.  DIMENSI DAN BOBOT BAN
 
Paling mudah meningkatkan penampilan dengan penggantian ukuran pelek roda ban. Namun di balik ini, jelas konsumsi bahan bakar bakal lebih boros. Hal tersebut disebabkan oleh kontak area ban yang lebih besar terhadap aspal. Walau efek positifnya bisa meningkatkan kestabilan.
Ban yang lebar akan menapak lebih baik, tapi konsumsi juga lebih boros walaupun tidak terlalu banyak. Ini karena mesin akan bekerja lebih lagi dibanding pakai ban standar yang sudah dihitung pabrikan.Tinggal pilih saja, mau gaya atau konsumsi bahan bakar standar.
Meningkatkan ukuran pelek juga banyak dilakukan. Terkadang justru sangat ekstrim dan melampaui ketentuan pabrikan.
Dengan lingkar roda yang besar, biasanya memiliki bobot yang lebih berat. Jika ada yang bilang , “ah, paling beda 5 kg, nggak ngaruh ko,”Sebaiknya jangan dipercaya. Ingat perbedaan  5 kg itu untuk satu pelek, sedangkan mobil butuh 4 pelek untuk berjalan plus 1 pelek cadangan. Artinya akan menambah bobot total.
Dari hasil percobaan yang dilakukan oleh OTOMOTIF. Antara pelek ukuran 15 inci dengan 17 inci pada Suzuki APV Arena, konsumsinya cukup berbeda.Untuk 1 liter bahan bakar berbeda 2,5 km jarak tempuh dengan ukuran 17 inci lebih boros. Sementara itu untuk bobot, antara 15 inci dengan 17 inci berbeda 3 kg.

     3.  KAKI-KAKI
  
Karena tidak mungkin untuk diperbaiki sendiri dan harus ada peralatan yang sesuai, sekarang saatnya membawa mobil ke bengkel. Coba cek keselarasan rodanya. “Sebab jika tidak lurus dan tidak selaras akan menghambat pergerakan roda. Ini secara tidak langsung juga membuat konsumsi bahan bakar lebih boros”.
Dengan roda yang tidak selaras, hal paling utama terlihat yaitu keausan ban yang tidak merata. Saat berhenti terlihat ban seperti tergerus. 
Untuk konsumsi bahan bakar tidak terlihat langsung, karena tidak bisa dirasakan oleh pengendara. Terlebih jika performa dan keadaan mesin masih sehat-sehat saja.
Bukan hanya keselarasan ban saja, tapi juga kinerja dari bearing yang ada di roda. Jika sudah tidak baik, maka bisa menghambat lajunya pergerakan roda. Hal ini secara tidak langsung membuat pengendara menambah injakan pedal gas supaya bisa bergerak. 
Sayangnya, efek boros bahan bakar yang ditimbulkan oleh ban dan kaki-kaki ini acap kali diabaikan. Sebab tidak bisa dirasakan langsung. Berbeda seperti gejala yang ditimbulkan oleh mesin.

APLIKASI PIGGYBACK
PENIPU PENGOPTIMAL PERMFORMA
  
Salah satu jurus biar konsumsi bensin lebih irit adalah menggunakan piggyback. Modul yang dipakai untuk menipu input dari sensor menuju ECU. Kenapa bisa lebih irit..? Dengan bukaan gas yang sama, tenaga mesin bisa dibikin lebih besar, jadi lebih irit. 
Salah satu caranya dengan menggeser peak power ke rpm lebih rendah. Jadi misal yang awalnya tenaga ada dibukaan gas 30%, digeser di 10 - 15% saja. Makanya hasilnya adalah konsumsi bahan bakar lebih efisien, tak perlu gas dalam-dalam, kendaraa sudah ngacir.
Penggeseran power dilakukan dengan mengintervensi beberapa parameter yang diumpan ke ECU. “Dengan memanipulasi data air flow, sensor dan TPS”.
Kalau mobil tersebut sistemnya closed loop, maka yang bisa dilakukan menaikan sedikit ignition timing, supaya lebih bertenaga dan irit. Karena system injeksi jenis ini sudah ada target mixture air to fuel ratio (AFR)sempura. Beda dengan mobil yang masih menggunakan open loop, pengiritanya bisa lebih berasa. Lantaran suplay bensin dan igtion timing benar-benar bisa di adjust, biar bisa diperoleh performa optimal. 
Misal dibukaan gas 30% putaran 4.000 rpm, AFR terbaca terlalu basah (di bawah 14,7 : 1), maka dititik itu dikeringkan dengan mengurangi pasokan bensin. Demikian seterusnya dievaluasi sampai diperoleh AFR yang rata, kalau mengejar irit , AFR dipatok di angka stokiometri 14,7 : 1. Dengan demikian konsumsi bensin bisa ditekan dan diringi performa optimal.
Namun demikian pemasangan piggyback, agar konsumsi bensin irit, kondisi mesin mesti dibikin fit terlebih dahulu. Caranya malalui 3 langkah berikut, yaitu cuci injector, tune-up dan carbon clean. Jika semua itu dilakukan secara berkala, pasti penggunaan bahan bakar lebih hemat.  

Demikian tips bahan bakar hemat yang dapat saya sampaikan, sumber dari tabloid otomotif, semoga dapat bermanfaat.